Posts

Mobilisasi Massa pada Masa Pendudukan Jepang (Kumiai dan Kebijakan Wajib Padi)

Image
Jepang membutuhkan banyak sekali kebutuhan perang termasuk didalamnya barang-barang logistik dalam rangka memenangkan Perang Asia Timur Raya. Pemerintah Jepang memanfaatkan wilayah Indonesia  guna memenuhi kebutuhan logistik terutama beras untuk menunjang kemenangan dalam perang melawan sekutu. Antara Agustus 1942-April 1943, dasar-dasar politik beras Jepang sudah mapan dengan ketentuan sebagai berikut:  1. Padi berada di bawah pengawasan negara dan hanya pemerintah yang diizinkan melakukan seluruh proses pemungutan dan pengeluarannya 2. Para petani harus menjual hasil produksi mereka kepada pemerintah sebanyak kuota yang ditentukan dengan harga yang sudah ditetapkan oleh pemerintah. 3. Harga pasaran gabah dan besar ditentukan oleh pemerintah.  Jepang membentuk lembaga yang disebut Kumiai untuk mendukung pelaksanaan ketentuan tersebut.  Kumiai adalah lembaga lumbung desa tempat pengumpulan hasil pungutan beras, dan sekaligus bertindak sebagai pengawas, meny...

Menyerahnya Belanda kepada Jepang

Image
Pada 10 Mei 1940, Hitler menyerbu Negeri Belanda. Pemerintah Belanda terpaksa melarikan diri ke London. Ketegangan timbul karena gejolak Eropa sangat menggelisahkan orang-orang Belanda di Hindia Belanda sejak pertengahan tahun 1939, terlebih lagi adanya kabar didudukinya Belanda oleh Jerman. Sementara itu, para pemimpin Indonesia dalan Volksraad terus berharap agar memperoleh konsesi dari Belanda, namun asal-usul dan mosi dimentahkan dari jawaban yang samar dari Gubernur Jenderal van Starkenborg. Penguasa kolonial terus berupaya menutupi berita bahwa Belanda telah diduduki oleh Jerman.  Tahun 1940, konsulat Jepang di Batavia mengajukan tuntutan agar Hindia Belanda memperbesar kuota ekspor minyak buminya. Tuntutan ini tidak mungkin dipenuhi oleh pemerintah Hindia Belanda. Pada bulan Januari 1941, Jepang kembali mengirimkan delegasi setelah sebelumnya mengalami kegagalan, namun dalam perundingan ini juga mengalami jalan buntu. Pada 27 Juli 1941, Amerika Serikat memutuskan hubungan ek...

Candi Agung Borobudur Difokuskan sebagai Tempat Ibadah bagi Umat Budha

Image
  Kami mengikuti kegiatan Talkshow yang diselenggarakan panitia setelah mengikuti prosesi Dhutanga pada Pabajja Samanera tahun 2022 di Candi Agung Borobudur. Talkshow ini diisi oleh Bhante yang berasal dari Thailand dan didampingi oleh dua penerjemah serta moderator dari pihak panitia Pabajja Samanera 2022. Dalam talkshow ini banyak hal menarik yang dibahas baik itu tentang penjelasan mengenai ajaran Budha dan juga pentingnya Candi Agung Borobudur. Candi Agung Borobudur merupakan candi yang dibangun oleh Samaratungga pada abad 9 M pada masa Dinasti Syailendra (Kerajaan Mataram Kuno). Namun sejak Kerajaan Mataram Kuno memindahkan pusat pemerintahannya di Jawa Timur karena adanya bencana alam, pembahasan tentang Candi Borobudur di masa setelah itu seakan menghilang. Setelah berabad-abad Candi Borobudur dapat ditemukan kembali pada abad 19 M, pada masa pemerintahan Inggris di Indonesia dengan Gubernur Jenderal Thomas Stamford Raffles. Pada waktu itu, Candi Borobudur di ekskavasi dan d...

Berdirinya Republik China

Image
Pada tanggal 1 Januari 1912, Dr. Sun Yat Sen diambil sumpahnya sebagai Presiden di Nanjing. Tanggal 2 Januari 2022, Dr. Sun Yat Sen mengucapkan suatu proklamasi yang isinya menyatakan bahwa pemerintahan Dinasti Qing yang telah berlangsung selama 200 tahun itu dari hari ke hari menjadi semakin buruk, sehingga rakyat memutuskan untuk menggulingkannya. Hanya dibutuhkan beberapa hari saja untuk menarik provinsi-provinsi di seluruh China.   Dr. Sun juga mengatakan bahwa landasan suatu negara adalah rakyat. Bangsa utama yang menghuni China kemudian dipersatukan seperti Han, Manchu, Mongol, Hui, dan Tibet akan dipersatukan menjadi bangsa yang besar. Sebagai simbol persatuan maka ditetapkan bendera China yang baru yaitu bendera lima warna: merah, kuning, biru, putih, hitam. Warna-warna tersebut melambangkan kelima bangsa tersebut. Pemerintah Manchu semakin menyadari bahwa kekuasaan mereka sulit dipertahankan lagi. Pada tanggal 12 Februari 1912, Ibu Suri Long Yu dan Kaisar Quandong men...

Menjelang Jatuhnya Rezim Kolonial

Image
     Dinamika politik pergerakan terlihat stabil dan sepi dari hiruk pikuk pergerakan. Namun di bawah permukaan berbagai kekuatan masyarakat tetap bergejolak mencari ruang geraknya masing-masing. Tindakan pemerintah kolonial yang menindas rakyat selama tahun 1930-an sedikit banyak berhasil menanam kegiatan politik kaum nasionalis radikal sehingga mereka tidak lagi memiliki celah untuk mengerahkan dukungan massa secara terbuka.       Pada bulan September 1936, Mr. A.W.L. Tjarda van Starkenborgh Stachouwer diangkat sebagai Gubernur Jenderal Hindia Belanda yang baru, menggantikan Mr. B.C. de Jonge. Banyak sumber yang mengatakan bahwa Gubernur Jenderal yang baru itu akan menghadapi banyak persoalan karena kebijakannnya terhadap kaum nasionalis sama buruknya dengan pendahulunya. Unsur-unsur kolonial di Den Haag maupun di Batavia meragukan kemampuannya untuk mengendalikan negeri jajahan yang demikian luas karena adanya beberapa fakta-fakta yang tidak bisa di...

VOC dan Susuhunan Amangkurat II

Image
Pada awal pemerintahannya nampak bahwa Susuhunan Amangkurat II ( 1677-1703) benar-benar merupakan ciptaan VOC. Pada tahun 1680 tersebar desas-desus bahwa Amangkurat II sebenarnya bukan putra mahkota, melainkan putra Speelmen yang menyamar. Berdasarkan perjanjian-perjanjian tahun 1677-1678, VOC memang tampak pada kedudukan yang sangat kuat. Dengan ditumpasnya berbagai pemberontakan kecil pada awal tahun 1680-an dan pulihnya kembali Jawa Tengah, maka merasa amanlah Amangkurat II. Dengan berkurangnya kebutuhan akan persenjataan daei VOC, maka hilang pulalah rasa hormatnya kepada VOC. Hubungan antara Raja dan VOC segera memburuk. Pembayaran-pembayaran yang seharusnya dilakukan untuk mengganti pengeluaran militer yang tidak diberikan seperti pengiriman beras, kayu, dan gula diganggu, ganti rugi untuk garnisun VOC yang ditempatkan di istana tidak dibayarkan. Referensi: Ricklefs. 1991. Sejarah Indonesia Modern. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Jalan Raya Pos

Image
  Jalan Raya Pos atau bisa disebut sebagai Jalan Daendels membentang 1.000 kilometer sepanjang utara Pulau Jawa  dari Anyer sampai Panarukan. Jalan ini menjadi salah satu infrastruktur penting sejak tahun 1809. Jatuhnya Hindia Belanda pada 1942, orang sudah tidak peduli bahkan tidak ingat dengan jalan ini. Jalan raya pos ini merupakan jalan terbaik dan terpanjang di dunia pada masanya, sama dengan jalan raya Amsterdam-Paris. Jalan ini tidak sepenuhnya dibangun oleh Daendels, karena jalan ini sudah ada sebelumnya. Daendels hanya memerintahkan untuk melebarkan jalan raya tersebut sampai 7 meter. Semua batu untuk peninggian dan pengerasan, rakyat kecil, para petani, yang harus setor, dan tanpa imbalan. Jika ada imbalan maka yang menerima adalah atasan tertentu saja. Referensi:  Ananta Toer, Pramoedya. 2017. Jalan Raya Pos, Jalan Daendels. Jakarta: Lentera Dipantara.