VOC dan Susuhunan Amangkurat II




Pada awal pemerintahannya nampak bahwa Susuhunan Amangkurat II ( 1677-1703) benar-benar merupakan ciptaan VOC. Pada tahun 1680 tersebar desas-desus bahwa Amangkurat II sebenarnya bukan putra mahkota, melainkan putra Speelmen yang menyamar. Berdasarkan perjanjian-perjanjian tahun 1677-1678, VOC memang tampak pada kedudukan yang sangat kuat. Dengan ditumpasnya berbagai pemberontakan kecil pada awal tahun 1680-an dan pulihnya kembali Jawa Tengah, maka merasa amanlah Amangkurat II. Dengan berkurangnya kebutuhan akan persenjataan daei VOC, maka hilang pulalah rasa hormatnya kepada VOC. Hubungan antara Raja dan VOC segera memburuk. Pembayaran-pembayaran yang seharusnya dilakukan untuk mengganti pengeluaran militer yang tidak diberikan seperti pengiriman beras, kayu, dan gula diganggu, ganti rugi untuk garnisun VOC yang ditempatkan di istana tidak dibayarkan.

Referensi:

Ricklefs. 1991. Sejarah Indonesia Modern. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Comments

Popular posts from this blog

Mobilisasi Massa pada Masa Pendudukan Jepang (Kumiai dan Kebijakan Wajib Padi)

Materi Teks Berita

Hasil Telaah Video Pembelajaran Berdiferensiasi