Perkembangan Kerajaan-kerajaan Islam di Bali
Kedatangan Agama Islam di Pulau Bali telah membentuk sebuah komunitas Islam. Kedatangan 40 orang pengiring yang mengiringi Raja Dalem Ketut Nglesir merupakan generasi pertama yang melakukan penyiaran agama Islam di Bali. Meskipun keberadaannya hanya sebagai pengiring, mereka tetap melakukan pergerakan sebagai pendakwah. Tidak hanya itu dalam persebaran Islam di Bali, mereka berupaya untuk menikahi wanita-wanita Hindu Bali.
Setelah beberapa tahun, orang-orang Jawa, Madura, Sasak, China, Arab dan lain-lain berdatangan ke Bali. Hal ini menjadikan komunitas menjadi semakin luas. Kedatangan mereka diperkirakan pada abad ke-19 hingga abad ke-20 dengan membawa motif ekonomi. Namun seiring dengan kemajuan Bali memiliki peran sebagai wilayah yang telah terbuka dan menjanjikan dalam bidang ekonomi. Pulau Bali menjadi tempat pariwisata yang selalu diminati oleh para turis asing. Hal ini tentu saja memberikan kesempatan bagi siapa saja yang ingin berbisnis dan mencoba peruntungan untuk bekerja di Bali. Bersamaan dengan banyaknya pendatang dari luar pulau Bali, orang-orang Muslim akhirnya membangun berbagai lembaga Islam seperti pesantren. Kaum Muslim di Jembrana membangun pesantren dan memiliki delapan buah Ma’had (Pondok pesantren) dan yang paling besar ialah Pondok Pesantren Syamsul Huda yang didirikan serta dipimpin oleh oleh Sayid Ali Bafaqih Al-Alawi sejak tahun 1935 M.
Jejak masyarakat Islam di Bali dapat pula ditelusuri dari adanya akulturasi budaya dalam bidang seni. Bentuk akulturasi ini antara lain seni hadrah atau burdah yang dilengkapi dengan alat musik tiup dari kerang atau biasa disebut sebagai sungu. Selain itu bentuk akulturasi lain juga berkembang seperti karya sastra yang memiliki kebudayaan asimilasi antara Hindu dan Islam. Beberapa diantaranya yakni: Krama Selam (witaning selam), Tatwa Berawa, Seh Umbul Ibrahim (Kitab Tasawuf Cara Bali), Sejarah Jawa lan Sejarah Arab, Jajaluk Selam ing Mekah, Ana Kidung, Geguritan Ahmad Muhamad Raden Saputra, Geguritan Siti Badariah, Seni Gambuh,Kesenian Cakepung (Cerita Panji Ahmad-Muhamad), Ratu Magedap dari Mesir, Rebana, dan Wayang Sasak.
Referensi:
Putra, Permana Renaldi. 2023. Awal Penyebaran dan Perkembangan Agama Islam di Pulau Bali. Jurnal Keislaman: Sekolah Tinggi Agama Islam Taruna Surabaya.
Jangan lupa isi link berikut: bit.ly/IslamdiBali atau scan QR Code berikut:
Comments
Post a Comment