C. Menilai Kebenaran Informasi dalam Teks Berita
Pernahkah kamu membaca sebuah berita yang ternyata tidak benar? Bagaimana cara kita memastikan bahwa informasi yang kita baca memang sesuai fakta? Apakah semua berita yang tersebar di media sosial dapat dipercaya begitu saja? Pertanyaan-pertanyaan tersebut penting untuk dipahami karena saat ini informasi sangat mudah tersebar dan tidak semuanya benar. Oleh sebab itu, kita harus memiliki kemampuan untuk menilai kebenaran informasi dalam teks berita agar tidak mudah terpengaruh oleh berita palsu atau hoaks.
Menilai kebenaran informasi dalam
teks berita berarti memeriksa apakah isi berita tersebut berdasarkan fakta yang
dapat dibuktikan. Berita yang benar biasanya mencantumkan sumber yang jelas,
menggunakan bahasa yang objektif, serta memuat unsur 5W + 1H (apa, siapa,
kapan, di mana, mengapa, dan bagaimana). Selain itu, berita yang dapat
dipercaya tidak mengandung opini pribadi yang berlebihan atau kata-kata yang
bersifat provokatif. Sebagai pembaca yang kritis, kita harus membaca isi berita
secara menyeluruh, tidak hanya judulnya, serta membandingkannya dengan sumber
berita lain.
Sebagai contoh, perhatikan dua
kutipan berita berikut.
Contoh 1:
“Pada Senin, 12 Januari 2026, terjadi banjir di Desa Sukamaju akibat hujan
deras selama lima jam. Menurut Kepala Desa Sukamaju, Ahmad Rizal, sebanyak 50
rumah warga terdampak dan pemerintah setempat telah menyalurkan bantuan
logistik.”
Kutipan tersebut dapat dinilai
sebagai berita yang benar karena mencantumkan waktu kejadian, tempat, penyebab,
jumlah korban terdampak, serta sumber informasi yang jelas.
Contoh 2:
“Banjir besar yang sangat mengerikan kembali melanda desa kita! Pemerintah
tidak peduli dengan nasib rakyat kecil!”
Kutipan kedua sulit dipercaya karena
tidak mencantumkan waktu, tempat yang jelas, maupun sumber informasi. Selain
itu, bahasa yang digunakan bersifat emosional dan mengandung opini.
Dengan memahami perbedaan tersebut,
kita dapat menyimpulkan bahwa menilai kebenaran informasi dalam teks berita
sangat penting agar kita tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum
tentu benar. Sikap teliti dan kritis akan membantu kita menjadi pembaca yang
cerdas dan bertanggung jawab dalam menerima maupun menyebarkan informasi.
Comments
Post a Comment