Situasi Politik Cina Menjelang Perang Dunia 1
Setelah Yuan Shih K'ai menduduki jabatan presiden, semakin menunjukkan ambisinya dan selanjutnya mengangkat dirinya sebagai kaisar. Hal ini bertentangan dengan cita-cita Dr. Sun Yat Sen, yang menghendaki adanya pemerintahan republik yang demokratis. Situasi dalam negeri Cina semakin tidak menentu, memberikan kesempatan kepada Jepang untuk mengajukan adanya 21 tuntutan (twenty one demonds) pada 18 Januari 1915 M. Dari 21 tuntutan Jepang kepada Cina ini, dapat diringkas menjadi enam poin:
- Jepang menuntut agar Cina mengakui pengaruh Jepang di Manchuria dan Mongolia Timur,
- Jepang ingin memiliki tambang batu bara dan besi Cina,
- Jepang ingin mendapatkan hak-hak istimewa di Cina seperti halnya yang telah dilakukan oleh bangsa-bangsa Barat,
- Cina harus membeli senjata buatan Jepang,
- Cina harus menyerahkan Kiaochow dan Shantung kepada Jepang,
- Cina tidak boleh membuka kota-kota pelabuhannya di sepanjang pantai Cina kepada siapapun kecuali kepada Jepang.
Cina tidak dapat berbuat banyak terhadap tuntutan Jepang tersebut, sehingga Cina mengabulkan semua tuntutan tersebut walaupun dengan terpaksa. Hal ini dilakukan karena situasi politik di Cina pada saat itu sedang kacau. Walaupun begitu, Cina tetap menganggap bahwa memenuhi tuntutan Jepang berarti menyerahkan negara dan kekayaan Cina kepada Jepang. Hal ini berarti Cina kehilangan kemerdekaan dan harga dirinya.
Referensi:
Agung, Leo. 2012. Sejarah Asia Timur 1. Yogyakarta: Ombak.
Comments
Post a Comment