B. Mengenali Struktur Dan Unsur Teks Berita Saat membaca sebuah berita, pernahkah kalian merasa bahwa informasi terpenting selalu ada di paragraf awal? Mengapa penulis berita menempatkan bagian terpenting di awal tulisan? Teks berita disusun dengan pola yang disebut piramida terbalik, yaitu susunan penulisan berita yang meletakkan informasi paling penting di bagian awal, kemudian diikuti informasi yang tingkat kepentingannya semakin berkurang. Struktur teks berita ini terdiri atas tiga bagian utama, yaitu kepala berita, leher berita, dan tubuh berita. Jika diperlukan informasi tambahan yang tidak terlalu penting, penulis dapat menambahkannya pada bagian ekor berita. Bagian paling awal dalam teks berita disebut kepala berita. Pada bagian ini, wartawan menyampaikan inti peristiwa yang paling penting untuk diketahui pembaca. Kepala berita memuat jawaban atas unsur-unsur berita yang dikenal dengan adiksimba, yaitu apa, di mana, kapan, siapa, mengapa, dan bagaimana. Penempatan informas...
Pernahkah kamu membaca sebuah berita yang ternyata tidak benar? Bagaimana cara kita memastikan bahwa informasi yang kita baca memang sesuai fakta? Apakah semua berita yang tersebar di media sosial dapat dipercaya begitu saja? Pertanyaan-pertanyaan tersebut penting untuk dipahami karena saat ini informasi sangat mudah tersebar dan tidak semuanya benar. Oleh sebab itu, kita harus memiliki kemampuan untuk menilai kebenaran informasi dalam teks berita agar tidak mudah terpengaruh oleh berita palsu atau hoaks. Menilai kebenaran informasi dalam teks berita berarti memeriksa apakah isi berita tersebut berdasarkan fakta yang dapat dibuktikan. Berita yang benar biasanya mencantumkan sumber yang jelas, menggunakan bahasa yang objektif, serta memuat unsur 5W + 1H (apa, siapa, kapan, di mana, mengapa, dan bagaimana). Selain itu, berita yang dapat dipercaya tidak mengandung opini pribadi yang berlebihan atau kata-kata yang bersifat provokatif. Sebagai pembaca yang kritis, kita harus membaca...
Setelah gagal meyakinkan Soekarno dan Hatta pada rapat-rapat yang diwarnai pertengkaran sengit dan emosional pada malam 15 Agustus 1945, para pemuda sadar bahwa mereka tidak mungkin meninggalkan kedua tokoh terkemuka itu. Keduanya tetap dianggap oleh sebagian besar masyarakat Indonesia sebagai pemimpin terkemuka dalam mendorong bangsa mencapai kemerdekaan. Suasana kekecewaan di kalangan pemuda yang muak dengan segala sesuatu yang berbau Jepang membuat kesalahan mereka semakin menumpuksejak awal tahun 1945. Maka tindakan terakhir yang dapat diperbuat para pemuda radikal ialah merencanakan untuk mengasingkan Soekarno dan Hatta dengan cara menculik kedua tokoh tersebut untuk kemudian dibawa ke salah satu tempat di luar Jakarta. Tujuannya ialah supaya mereka dapat dijauhkan dari kekuasaan Jepang, sehingga hasrat pemuda untuk mengadakan revolusi tidak terhalang. Keputusan itu diambil dalam suatu rapat kilat di asrama Baberpi Cikini No 71 Jakarta setelah mendapatkan dukungan dari kelompok pe...
Comments
Post a Comment