Jepang membutuhkan banyak sekali kebutuhan perang termasuk didalamnya barang-barang logistik dalam rangka memenangkan Perang Asia Timur Raya. Pemerintah Jepang memanfaatkan wilayah Indonesia guna memenuhi kebutuhan logistik terutama beras untuk menunjang kemenangan dalam perang melawan sekutu. Antara Agustus 1942-April 1943, dasar-dasar politik beras Jepang sudah mapan dengan ketentuan sebagai berikut: 1. Padi berada di bawah pengawasan negara dan hanya pemerintah yang diizinkan melakukan seluruh proses pemungutan dan pengeluarannya 2. Para petani harus menjual hasil produksi mereka kepada pemerintah sebanyak kuota yang ditentukan dengan harga yang sudah ditetapkan oleh pemerintah. 3. Harga pasaran gabah dan besar ditentukan oleh pemerintah. Jepang membentuk lembaga yang disebut Kumiai untuk mendukung pelaksanaan ketentuan tersebut. Kumiai adalah lembaga lumbung desa tempat pengumpulan hasil pungutan beras, dan sekaligus bertindak sebagai pengawas, meny...
B. Mengenali Struktur Dan Unsur Teks Berita Saat membaca sebuah berita, pernahkah kalian merasa bahwa informasi terpenting selalu ada di paragraf awal? Mengapa penulis berita menempatkan bagian terpenting di awal tulisan? Teks berita disusun dengan pola yang disebut piramida terbalik, yaitu susunan penulisan berita yang meletakkan informasi paling penting di bagian awal, kemudian diikuti informasi yang tingkat kepentingannya semakin berkurang. Struktur teks berita ini terdiri atas tiga bagian utama, yaitu kepala berita, leher berita, dan tubuh berita. Jika diperlukan informasi tambahan yang tidak terlalu penting, penulis dapat menambahkannya pada bagian ekor berita. Bagian paling awal dalam teks berita disebut kepala berita. Pada bagian ini, wartawan menyampaikan inti peristiwa yang paling penting untuk diketahui pembaca. Kepala berita memuat jawaban atas unsur-unsur berita yang dikenal dengan adiksimba, yaitu apa, di mana, kapan, siapa, mengapa, dan bagaimana. Penempatan informas...
Pernahkah kamu membaca sebuah berita yang ternyata tidak benar? Bagaimana cara kita memastikan bahwa informasi yang kita baca memang sesuai fakta? Apakah semua berita yang tersebar di media sosial dapat dipercaya begitu saja? Pertanyaan-pertanyaan tersebut penting untuk dipahami karena saat ini informasi sangat mudah tersebar dan tidak semuanya benar. Oleh sebab itu, kita harus memiliki kemampuan untuk menilai kebenaran informasi dalam teks berita agar tidak mudah terpengaruh oleh berita palsu atau hoaks. Menilai kebenaran informasi dalam teks berita berarti memeriksa apakah isi berita tersebut berdasarkan fakta yang dapat dibuktikan. Berita yang benar biasanya mencantumkan sumber yang jelas, menggunakan bahasa yang objektif, serta memuat unsur 5W + 1H (apa, siapa, kapan, di mana, mengapa, dan bagaimana). Selain itu, berita yang dapat dipercaya tidak mengandung opini pribadi yang berlebihan atau kata-kata yang bersifat provokatif. Sebagai pembaca yang kritis, kita harus membaca...
Comments
Post a Comment