D. Menanggapi Teks Berita yang Disimak

Pernahkah kamu menyimak berita di televisi, radio, atau media daring lalu merasa ingin memberikan pendapat? Bagaimana cara menyampaikan tanggapan yang baik terhadap berita yang kita dengar? Apakah semua tanggapan boleh disampaikan tanpa memperhatikan isi berita? Pertanyaan-pertanyaan tersebut penting karena menanggapi teks berita tidak boleh dilakukan secara sembarangan. Kita perlu memahami isi berita terlebih dahulu sebelum memberikan komentar atau pendapat.

Menanggapi teks berita yang disimak berarti memberikan respons berupa pendapat, kritik, saran, atau pertanyaan berdasarkan informasi yang telah didengar. Tanggapan yang baik harus disampaikan secara santun, logis, dan sesuai dengan fakta yang ada dalam berita. Selain itu, tanggapan sebaiknya tidak mengandung unsur penghinaan, emosi berlebihan, atau informasi yang belum tentu benar. Dalam memberikan tanggapan, kita perlu memperhatikan isi pokok berita, sumber informasi, serta dampak dari peristiwa yang diberitakan.

Sebagai contoh, perhatikan kutipan berita berikut.

Contoh berita:
“Pemerintah Kabupaten Sukamaju mengadakan program penghijauan dengan menanam 1.000 pohon di sepanjang bantaran sungai pada hari Sabtu, 10 Februari 2026. Program ini bertujuan untuk mencegah banjir dan menjaga kelestarian lingkungan.”

Contoh tanggapan yang baik:
“Saya mendukung program penghijauan tersebut karena dapat membantu mencegah banjir dan menjaga lingkungan. Namun, sebaiknya pemerintah juga melibatkan masyarakat sekitar agar program ini dapat berjalan secara berkelanjutan.”

Contoh tanggapan yang kurang tepat:
“Program itu pasti gagal seperti yang sebelumnya. Pemerintah hanya membuang-buang anggaran.”

Tanggapan pertama termasuk baik karena disampaikan secara santun, logis, dan memberikan saran. Sedangkan tanggapan kedua kurang tepat karena bersifat menyudutkan dan tidak disertai alasan yang jelas.

Dengan demikian, menanggapi teks berita yang disimak memerlukan sikap kritis dan bijaksana. Kita harus memahami isi berita terlebih dahulu, kemudian menyampaikan tanggapan yang sesuai dengan fakta serta menggunakan bahasa yang santun agar tercipta komunikasi yang baik dan membangun.Top of Form

Comments

Popular posts from this blog

Mobilisasi Massa pada Masa Pendudukan Jepang (Kumiai dan Kebijakan Wajib Padi)

Hasil Telaah Video Pembelajaran Berdiferensiasi

Candi Agung Borobudur Difokuskan sebagai Tempat Ibadah bagi Umat Budha