Posts

Showing posts from August, 2022

Menjelang Jatuhnya Rezim Kolonial

Image
     Dinamika politik pergerakan terlihat stabil dan sepi dari hiruk pikuk pergerakan. Namun di bawah permukaan berbagai kekuatan masyarakat tetap bergejolak mencari ruang geraknya masing-masing. Tindakan pemerintah kolonial yang menindas rakyat selama tahun 1930-an sedikit banyak berhasil menanam kegiatan politik kaum nasionalis radikal sehingga mereka tidak lagi memiliki celah untuk mengerahkan dukungan massa secara terbuka.       Pada bulan September 1936, Mr. A.W.L. Tjarda van Starkenborgh Stachouwer diangkat sebagai Gubernur Jenderal Hindia Belanda yang baru, menggantikan Mr. B.C. de Jonge. Banyak sumber yang mengatakan bahwa Gubernur Jenderal yang baru itu akan menghadapi banyak persoalan karena kebijakannnya terhadap kaum nasionalis sama buruknya dengan pendahulunya. Unsur-unsur kolonial di Den Haag maupun di Batavia meragukan kemampuannya untuk mengendalikan negeri jajahan yang demikian luas karena adanya beberapa fakta-fakta yang tidak bisa di...

VOC dan Susuhunan Amangkurat II

Image
Pada awal pemerintahannya nampak bahwa Susuhunan Amangkurat II ( 1677-1703) benar-benar merupakan ciptaan VOC. Pada tahun 1680 tersebar desas-desus bahwa Amangkurat II sebenarnya bukan putra mahkota, melainkan putra Speelmen yang menyamar. Berdasarkan perjanjian-perjanjian tahun 1677-1678, VOC memang tampak pada kedudukan yang sangat kuat. Dengan ditumpasnya berbagai pemberontakan kecil pada awal tahun 1680-an dan pulihnya kembali Jawa Tengah, maka merasa amanlah Amangkurat II. Dengan berkurangnya kebutuhan akan persenjataan daei VOC, maka hilang pulalah rasa hormatnya kepada VOC. Hubungan antara Raja dan VOC segera memburuk. Pembayaran-pembayaran yang seharusnya dilakukan untuk mengganti pengeluaran militer yang tidak diberikan seperti pengiriman beras, kayu, dan gula diganggu, ganti rugi untuk garnisun VOC yang ditempatkan di istana tidak dibayarkan. Referensi: Ricklefs. 1991. Sejarah Indonesia Modern. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Jalan Raya Pos

Image
  Jalan Raya Pos atau bisa disebut sebagai Jalan Daendels membentang 1.000 kilometer sepanjang utara Pulau Jawa  dari Anyer sampai Panarukan. Jalan ini menjadi salah satu infrastruktur penting sejak tahun 1809. Jatuhnya Hindia Belanda pada 1942, orang sudah tidak peduli bahkan tidak ingat dengan jalan ini. Jalan raya pos ini merupakan jalan terbaik dan terpanjang di dunia pada masanya, sama dengan jalan raya Amsterdam-Paris. Jalan ini tidak sepenuhnya dibangun oleh Daendels, karena jalan ini sudah ada sebelumnya. Daendels hanya memerintahkan untuk melebarkan jalan raya tersebut sampai 7 meter. Semua batu untuk peninggian dan pengerasan, rakyat kecil, para petani, yang harus setor, dan tanpa imbalan. Jika ada imbalan maka yang menerima adalah atasan tertentu saja. Referensi:  Ananta Toer, Pramoedya. 2017. Jalan Raya Pos, Jalan Daendels. Jakarta: Lentera Dipantara.