Riwayat Singkat Dr. Sun Yat Sen dan Cita-citanya
1. Dr. Sun Yat Sen (Sebuah Riwayat Singkat)
Dr. Sun Yat Sen merupakan salah satu pahlawan nasional yang tercatat dalam sejarah. Ia merupakan negarawan Republik Cina dan sekaligus pemimpin Revolusi Cina. Dr. Sun Yat Sen dilahirkan di suatu desa Tani Hsiangshanhsien, provinsi Kwangtung pada 12 November 1866 M. Nama lain Sun Yat Sen adalah Sun Wen. Pada masa kecilnya ia dikenal sebagai anak yang cerdas dan berani menentang kebiasaan-kebiasaan yang kolot. Pada usia 13 tahun, ia pergi ke Honolulu mengunjungi abangnya. Di Honolulu Sun Yat Sen dimasukkan ke Sekolah Kristen. Kemudian ia bersimpati dan ingin memeluk agama Kristen namun dilarang oleh ayahnya, dan membantu ayahnya di sawah. Dikampungnya Sun Yat Sen menghasut anak-anak muda untuk menentang kepercayaan berhala, sehingga Sun Yat Sen diusir dari kampungnya.
Pada tahun 1884 M, Sun Yat Sen masuk ke Queen's College di Hongkong sampai 1886 M. Tahun 1887 M, ia masuk ke Sekolah Tabib di Hongkong dan lulus 1892 M. Pekerjaan sebagai tabib tidak memuaskan hatinya karena ia lebih tertarik pada dunia politik. Setelah bergabung di dunia politik ia berniat menggulingkan Dinasti Manchu, karena telah membuat rakyat Cina menderita. Setelah revolusi politik berhasil menumbangkan kekuasaan Dinasti Manchu, Dr. Sun Yat Sen diangkat menjadi presiden Republik Cina. Dr. Sun Yat Sen meninggal pada tahun 1925, setelah ia mengalami kekecewaan dan perjuangan berat.
2. Cita-cita dan Ajaran Dr. Sun Yat Sen
Dr. Sun Yat Sen memiliki cita-cita untuk membebaskan bangsanya dari cengkraman Dinasti Manchu yang telah memperbudak dan menyengsarakan bangsanya. Di Honolulu, Dr. Sun Yat Sen membentuk suatu perkumpulan yang disebut Hsing Chung Hui (Perkumpulan Memperbaiki Cina). Pada tahun 1905 M, ia mengunjungi Eropa, tepatnya di Belgia. Di Brussel ia membentangkan ajarannya yang disebut San Min Chu I (Tiga Asas Rakyat). Ia mencita-citakan lenyapnya Dinasti Manchu dengan pemerintah yang diinginkan adalah Republik yang demokratis. Menurur Dr. Sun Yat Sen, demokrasi terdiri dari 3 dasar, yaitu:
a. Min T'sen (Nasionalisme)
Arti yang terkandung dalam ajaran Min T'sen adalah bangsa dan negara. Melalui ajaran ini Dr. Sun Yat Sen menghendaki adanya satu bangsa dan satu negara yakni bangsa Cina sebagai satu kesatuan. Asas ini diletakkan dibagian paling atas karena langsung menyangkut bangsa-bangsa Barat yang telah membagi bangsa Cina sebagai daerah pengaruh atau eksploitasi mereka.
b. Min Chu (Demokrasi)
Arti dari ajaran ini adalah pemegang kedaulatan tertinggi dalam negara adalah rakyat. Pemerintahan dijalankan oleh rakyat, dari rakyat, dan untuk rakyat. Dr. Sun Yat Sen menginginkan pemerintahan Cina yang baru adalah Republik Indonesia yang demokratis.
c. Min Sheng (Sosialisme)
Arti dari ajaran ini adalah penghidupan, selain itu ajaran ini juga memiliki arti kesejahteraan rakyat. Oleh karena itu seluruh rakyat harus dapat mencari naskah serba cukup untuk penyelenggaraan hidupnya yang layak. Sejak tahun 1905 M banyak sekali mahasiswa Cina yang belajar ke Jepang. Mereka tertarik dengan ajaran Sun Yat Sen dan mendirikan perkumpulan Kuo Tung Meng di Tokyo.
Referensi: Agung, Leo. 2012. Sejarah Asia Timur I. Yogyakarta: Ombak.
Comments
Post a Comment