Lahirnya Nasionalisme Cina

 Lahirnya Nasionalisme Cina

A. Dinasti Manchu



Dinasti Manchu atau Dinasti Ch'ing adalah dinasti asing yang didirikan oleh bangsa Manchu. Dinasti ini termasuk salah satu dinasti yang paling lama masa pemerintahannya dalam sejarah Cina yakni hampir 3 abad. Dinasti Manchu mengalami puncak kejayaan pada masa pemerintahan K'ang Hsi dan Ch'ien Lung. 

B. Penyelewengan dan Kelemahan Dinasti Manchu

1. Sesudah kaisar besar dari Dinasti Manchu meninggal dunia, kemakmuran di Cina menghilang karena adanya kekacauan-kekacauan yang berpangkal dari adanya perebutan kekuasaan diantara putra-putra kaisar. Terjadinya kekacauan ini memberikan kesempatan pada bangsa-bangsa Barat untuk mengeksploitasi kekayaan Cina. Banyak bangsa Barat memaksa untuk mendirikan pabrik-pabrik serta penguasaan terhadap sumber-sumber bahan mentah

2. Dinasti Manchu memerintah dengan menggunakan sisten feodal, memperbudak rakyatnya. Seolah menjual menjual negara Cina kepada negara-negara Barat. Inilah yang sebenarnya menyebabkan rakyat Cina tidak lagi menaruh kepercayaan terhadap pemerintah Manchu. Ketidakpercayaan ini akan diwujudkan dalam berbagai pemberontakan T'ai Ping.

3. Kekalahan Cina dalam perang melawan Jepang 1895 M. Kekalahan Cina dalam perang tersebut mengakibatkan prestise bangsa dan negara Cina menurun. Dulu sebagai "Guru" dan sekarang dikalahkan oleh bekas "murid"nya. Kekalahan ini membuktikan kelemahan pemerintahan Dinasti Manchu. Kelemahan ini sekaligus membuka kesempatan bagi bangsa Barat untuk menjadikan bangsa Cina sebagai daerah pengaruh mereka. Dalam hal ini pemerintah Dinasti Manchu tidak berdaya mencegahnya.

4. Korupsi dan pemborosan yang merajalela yang berpangkal dari tindakan ibu Tzu Hsi (Kaisar Janda Tua) yang memiliki tentara nasional yang tidak sah, untuk kepentingan pribadi. Tzu Hsi mengijinkan para pejabat menjual jabatannya untuk kepentingan diri sendiri.

C. Kesadaran Bangsa Cina

Perang Cina-Jepang membuka mata "Golongan Progresif" di Cina, sehingga mereka bukan saja mengetahui bahwa Cina telah sehingga kalah dalam perang melawan bekas "murid"nya (Jepang), melainkan mereka juga mengetahui bahwa Jepang yang kecil itu telah menarik keuntungan dari ilmu pengetahuan Barat sehingga dapat memodernisir diri hingga akhirnyadapat memenangkan perang melawan Cina. Golongan Progresif memicu berkobarnya semangat nasionalisme Cina. 


Daftar Pustaka 

Agung, Leo. 2012. Sejarah Asia Timur I. Yogyakarta: Ombak.

Comments

Popular posts from this blog

Mobilisasi Massa pada Masa Pendudukan Jepang (Kumiai dan Kebijakan Wajib Padi)

Materi Teks Berita

Hasil Telaah Video Pembelajaran Berdiferensiasi