Perumusan UUD, dan Pemilihan Presiden, Wakil Presiden


Mata Pelajaran: Sejarah Indonesia

KD 3.7
Materi: Pembentukan pemerintahan pertama RI

Perumusan UUD, dan Pemilihan Presiden, Wakil Presiden



Setelah proklamasi kemerdekaan secara resmi terbentuk negara baru yaitu Indonesia. Untuk itu kelengkapan-kelengkapan sebagai negara harus dipenuhi salah satunya adalah Undang-Undang Dasar (UUD). Pada tanggal 18 Agustus 1945, PPKI melakukan sidang untuk membahas, dan mengambil keputusan serta mengesahkan UUD. Sebelum rapat dilaksanakan muncul isu terkait dengan bunyi sila pertama dari pembukaan UUD yaitu “Ketuhanan dengan menjalankan syariat Islam bagi para pemeluk-pemeluknya”. Hal ini menjadi perhatian khusus bagi Hatta.
Sebelum sidang dimulai Hatta akhirnya menemui tokoh Islam yang cukup berpengaruh seperti Ki Bagus Hadikusumo, Wachid Hayim, Mr. Kasman Singodimejo, dan Teuku Hasan. Sampai akhirnya terjadi diskusi yang cukup serius dengan konsep filsafat garam dan Bung Hatta berhasil meyakinkan para tokoh Islam. Mereka sepakat dari pada harus terjadi perpecahan maka rela menghilangkan kata-kata “menjalankan syariat Islam bagi para pemeluk-pemeluknya”. Ki Bagus Hadikusumo mengusulkan dengan rumusan “Ketuhanan yang Maha Esa”. Semua sepakat dan sidang PPKI dimulai. Selain pengesahan UUD, rumusan teks Pancasila juga disahkan pada sidang ini, dilanjutkan dengan membahas bab perbab, dan pasal demi pasal. Selain itu dilakukan pemilihan presiden dan wakil presiden pertama kali yang dipilih oleh PPKI. 

Comments

  1. mengapakah pengesahan UUD 1945 dan pemilihan presiden republik indonesia dilakukan oleh lembaga PPKI?

    ReplyDelete
  2. Apakah yang dimaksud dengan konsep filsafat garam? Dan dimanakah tempat berlangsungnya sidang PPKI untuk membahas kelengkapan negara pada tanggal 18 Agustus 1945?

    ReplyDelete
  3. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  4. Siapakah yang mengusulkan "ketuhanan dengan menjalankan syariat Islam bagi para pemeluk-pemelulnya"?

    ReplyDelete
  5. Mengapa pada sila pertama yang berbunyi Ketuhanan dengan menjalankan syariat Islam bagi para pemeluk-pemeluknya di ganti menjadi Ketuhanan yang Maha Esa ?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau dibaca dengan seksama pasti tahu jawabannya

      Delete
  6. Kenapa pada waktu itu digunakannya filsafat garam padahal terdapat pula filsafat lainnya seperti filsafat gincu yang bermakna "tampak tapi tak terasa"?lalu siapakah yang ngusulkan digunakannya filsafat garam pada waktu itu sehingga bung hatta mampu menyakinkan para tokoh islam waktu itu?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau Mbk Dinda mau pakai filsafat gincu juga boleh. Menurut saya jadi beda artinya kalau pakai filsafat gincu "tampak tapi tidak terasa" hasilnya percuma. Kalau filsafat garam kan "tidak tampak tapi terasa". Jadi walaupun tidak tampak ada hasilnya

      Delete
  7. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terjadi perpecahan apa yang menyebabkan rumusan pancasila diganti menjadi Ketuhanan Yang Maha Esa?

      Delete
    2. Isu yang ada dibacaan itu. Kalau baca lebih teliti ya. Jangan asal aja

      Delete
  8. Apa yang diusulkan otto iskandarmuda pada saat mengulas bab 3 rancangan uud 1945???

    ReplyDelete
  9. Otto Iskandarmuda atau Otto Iskandar Dinata?

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Mobilisasi Massa pada Masa Pendudukan Jepang (Kumiai dan Kebijakan Wajib Padi)

Materi Teks Berita

Hasil Telaah Video Pembelajaran Berdiferensiasi